Perut Bayi Bunyi Tidak Selalu Tanda Keroncongan

Saat Anda memeluk bayi atau meletakkan telinga bayi Anda lebih dekat ke perut Anda, Anda mungkin pernah mendengar suara gemuruh keluar dari perut Anda. Mungkin Anda bertanya-tanya apa arti suara itu. Apakah normal perut bayi terdengar atau itu pertanda penyakit? Untuk informasi lebih lanjut, pertimbangkan revisi berikut.

Perut bayi terdengar tanda sistem pencernaan yang sehat

Menurut Stead Family Children’s Hospital di University of Iowa, raungan yang Anda dengar keluar dari perut bayi benar-benar normal. Suara itu berasal dari buang air besar untuk memeras dan mendorong makanan untuk dicerna dan sisanya “diproses” di bangku. Selain itu, struktur usus manusia sebenarnya seperti terowongan panjang dan berongga, sehingga akan ada raungan yang akan bergema. Itu sebabnya Anda bisa mendengarkan perut bayi meski tidak terdengar sangat jernih.

Bayi yang mengonsumsi makanan fermentasi atau kacang-kacangan juga membuat cincin perut. Hal ini terjadi karena bakteri normal yang hidup di usus memakan gula yang dihasilkan dari makanan. Kemudian, bakteri tersebut akan memancarkan gas sebagai efek samping dari proses pencernaan bakteri tersebut.

 

BACA JUGA: Tetap Sehat di Musim Hujan

 

Intinya, perut bayi yang terdengar normal dan menunjukkan bahwa sistem pencernaan bekerja dengan baik. Suara juga bisa muncul saat bayi kelaparan. Seperti orang dewasa, perut bayi yang kosong akan terdengar karena buang air besar yang meremas vakum. Ini sebenarnya merupakan sinyal dari otak bahwa bayi membutuhkan makanan.

Namun, itu juga bisa menjadi pertanda penyakit

Perut bisa menandakan adanya penyakit. Karena itu, dokter sering menaruh stetoskop di perut saat mereka memverifikasi kondisi tubuh kita.

Dalam kasus normal, perut bayi akan turun dan akhirnya berhenti saat bayi tidur. Namun, jika ada perubahan suara perut bayi setelah makan dan apalagi disertai dengan munculnya gejala lainnya, bisa jadi ada adanya penyakit. Gambaran abnormal suara perut bayi biasanya terdengar tidak teratur, menurun atau meningkat dalam volume.

Ini adalah beberapa kondisi yang menyebabkan perubahan pada perut bayi, seperti:

  • Suara di perut bayi mengeras. Suara perut bayi ini terkadang bisa didengar tanpa stetoskop. Ini bisa menjadi pertanda bahwa bayi tersebut sedang mengalami diare, penyakit Crohn, alergi makanan, infeksi usus dan kolitis ulserativa (radang usus besar yang menyebabkan pendarahan usus).
  • Suara perut bayi menurun. Suara perut bayi menjadi lebih lambat atau kurang dari biasanya, terutama setelah makan bisa mengindikasikan adanya penyakit. Kemungkinan bayi mengalami sembelit atau konstipasi dan radang usus. Bila perut bayi tidak terdengar sama sekali kemungkinan bayi mengalami obstruksi usus (ileus)
  • Suara perut bertambah dan kemudian berkurang. Ini mungkin tanda pecahnya usus atau kematian jaringan usus pada bayi (nekrosis).

Jika ada hal yang telah disebutkan dan disertai gejala lainnya, apalagi bayi merasa tidak nyaman dan sering menangis, segera periksa kesehatan Anda dengan dokter. Dokter akan mengevaluasi suara perut bayi dengan gejala angin, mual, muntah dan buang air besar. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, bayi akan menjalani pemeriksaan perut, tes darah dan endoskopi untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *